Jumat, 14 November 2014

Duel Borneo FC versus Persis Solo Tetap di Samarinda

Sebelumnya Komdis PSSI memutuskan laga Borneo FC melawan Persis Solo akan dijadwal ulang dan laga itu akan digelar di tempat netral.
Supriyanto, dan Direktur Teknik

KOMISI Banding (Komding) PSSI memutuskan duel Pusamania Borneo FC (PBFC) versus Persis Solo tetap digelar di Samarinda, Kalimantan Timur. Hal itu dikatakan anggota Komding, Alfred Simanjuntak, seusai rapat komisi itu di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, pada Senin (10/11) malam.

“Ini keputusan Komding setelah melakukan dissenting opinion. Tidak bulat, tapi diambil berdasarkan Kode Disiplin dan manual liga. Seperti diketahui, Komding menerima banding PBFC Jumat (7/11) lalu,“ jelas Alfred.

Alfred menambahkan, selain mengulang pertandingan tersebut, mereka memutuskan laga itu boleh disaksikan penonton. “Main seperti biasa, tetapi nanti ada supervisi dari Liga (pengelola kompetisi PT Liga Indonesia). Waktunya juga Liga yang menentukan, tetapi ada batas akhir pelaksanaan pertandingan.“

Menurutnya, Komding memberikan putusan itu karena pertemuan teknik sudah dilakukan. Selain itu, Komding menghukum Persis Solo berupa denda sebesar Rp100 juta dan denda masingmasing Rp25 juta kepada manajer tim Persis, Totok Supriyanto, dan Direktur Teknik Persis, Hong Widodo. Sementara itu, panpel PBFC hanya diberi teguran keras.

“Nantinya panpel harus lebih baik lagi di laga ini. Kita ingin tim Persis dikawal secara baik dalam kedatangan dan kepulangan mereka,“ tandas Alfred.

Hanya, keputusan Komding itu berbeda dengan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sebelumnya Komdis memutuskan laga Pusamania Borneo FC melawan Persis Solo akan dijadwal ulang, tetapi laga itu harus digelar di tempat netral.

“Laga Borneo FC melawan Persis Solo harus dijadwal ulang, dilaksanakan di tempat netral, dan tanpa penonton.Waktu dan tanggal ditentukan oleh Liga. Hal ini dilakukan setelah pengawas pertandingan belum putuskan hasil akhir laga tersebut dan belum menyerahkannya ke Liga,“ kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan di Jakarta, pekan lalu.

Hinca menambahkan, keputusan itu diambil Komdis untuk menjunjung tinggi fair play. “Setelah mendengar keterangan dari kedua belah pihak saya katakan bahwa seharusnya tuan rumah bisa memberi rasa aman kepada tim tamu. Aman saja tidak cukup. Rasa nyaman harus diperhatikan. Kala itu, tim Persis mendapat hadangan saat hendak melakukan uji coba lapangan.

Mereka pun akhirnya melaporkan kejadian itu ke polres kemudian balik ke hotel. Kemudian pada tengah malam, mereka memutuskan untuk ke Balikpapan untuk pulang ke Solo keesokan harinya,“ tandas Hinca. (Liga.com/ Mln/R-1) Media Indonesia, 12/11/2014, halaman 27