Sabtu, 08 November 2014

Operasi Pemadaman Kebakaran Hutan Berlanjut

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut hingga 10 November mendatang. Alasannya, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi hujan di Kalteng masih belum merata dan ada kecenderungan masih kering.

“Dengan perpanjangan masa tanggap darurat di seluruh Kalteng, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan masih terus akan dilakukan baik melalui operasi darat, operasi waterbombing melalui helikopter, maupun penyemaian garam untuk pembuatan hujan dengan teknologi modifikasi cuaca,“ ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalteng, Muchtar, kemarin.

Sebelumnya, status tanggap darurat di Kalteng dimulai 23 September-7 Oktober, kemudian diperpanjang untuk pertama kalinya sampai 31 Oktober.Pemprov Kalteng memperpanjang lagi status tanggap darurat untuk kedua kali, diberlakukan hingga 10 November.

Dia menambahkan saat ini kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah kabupaten, termasuk kebakaran gambut di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Tim pemadam kebakaran sudah digerakkan untuk memadamkan api di lahan gambut.

“Padahal, sebelumnya (kebakaran) di daerah gambut ini sudah mulai padam. Berdasarkan laporan, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Pulang Pisau dan Kapuas sudah membaik. Namun, dalam beberapa hari ini terjadi lagi kebakaran di sekitar Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau,“ jelas Muchtar.

Sementara itu, menurut data Posko Kebakaran hutan dan Lahan Pemrov Kalteng berdasarkan laporan satelit NOAA, jumlah titik panas periode 1-3 November mencapai 53 titik, dengan rincian 7 titik (1/11), 8 titik (2/11), dan 28 titik (3/11).

Titik api yang belum padam juga ada di ruas jalan negara yang menghubungkan Palangkaraya dan Banjarmasin, Kalsel, tepatnya di Kecamatan Jabiren Raya, yang berjarak 1 km dari Palangkaraya.

Selain di Kalteng, kebakaran hutan masih terjadi di Sumatra.Pantauan terakhir satelit Terra yang dilansir Weather.gov.sg, terdapat 908 titik api yang tersebar di sepanjang timur Sumatra. Wilayah yang terdeteksi terdapat titik api di Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau.Jumlah titik api meningkat bila dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang mencapai 661 titik api. (SS/RK/N-4) Media Indonesia, 6/11/2014, halaman 11